METODE PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI
COVID-19 DI UPTD SDN BAIPAJUNG 1
COVID-19 DI UPTD SDN BAIPAJUNG 1
Baipajung, Tanahmerah - Di masa pandemi Covid-19 ini, UPTD SDN Baipajung 1 tetap melaksanakan tugasnya sebagai salah satu lembaga pendidikan negeri yang berada di kecamatan Tanahmerah Kabupaten Bangkalan melaksanakan pembelajaran dengan metode daring. Melalui blog sekolah https://baipajung1.blogspot.com, para guru dan siswa dapat mengakses kegiatan pembelajaran seperti adanya berbagai macam video pembelajaran, uji kompetensi pembelajaran, berita tentang pembelajaran dan lain-lain.Selain itu UPTD SDN Baipajung 1 juga menggunakan media aplikasi whatsapp (WA) sebagai penghubung antara guru dan siswa untuk berkomunikasi dalam rangka perkembangan pembelajaran selama masa pandemi covid-19.Google Formulir adalah salah satu media pembelajaran yang digunakan para guru untuk mengevaluasi perkembangan pembelajaran para siswanya. Dengan evaluasi metode pilihan ganda, siswa dengan mudah menjawab soal-soal yang dibuat melalui google formulir. Selain itu, skor dapat langsung dilihat begitu juga dengan jawaban yang benar. Jadi para siswa juga bisa mengevaluasi diri sendiri seberapa jauh pembelajaran yang telah dicapainya.Seperti yang telah diberitakan oleh Kemendikbud, Pelaksana tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad mengatakan, Corona Virus Desease (Covid-19) telah mengajarkan masyarakat banyak hal, mulai dari hidup bersih dan sehat, sampai membuat warga belajar beradaptasi menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.Hamid menuturkan, ada tiga kelompok besar dalam pembelajaran di sekolah. Kelompok pertama adalah anak-anak yang sudah terbiasa dengan pembelajaran online, karena sekolah sudah menerapkannya secara penuh. Anak-anak ini tidak akan merasa kesulitan menghadapi pembelajaran jarak jauh karena sering mengakses aplikasi pembelajaran. Seperti misalnya, Rumah Belajar, Ruang Guru, Sekolahmu dan lain-lain,” tuturnya saat hadir dalam Konferensi Pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang berlangsung secara daring di Media Center Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Sabtu (2/5/2020) di Jakarta.Kelompok kedua, kata Hamid, adalah anak-anak dari sekolah yang melakukan pembelajaran semi daring. Dikelompok ini, pemberian tugas dari guru kepada siswa dikirim melalui Whatsapp, tidak berinteraksi secara langsung. Sedangkan kelompok ketiga adalah anak-anak yang tidak bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan infrastruktur dan daya dukung teknologi.Menurut Hamid, persoalan yang paling menyita pikiran adalah terkait dengan anak-anakdi kelompok tiga, yaitu mereka yang tidak punya akses internet, listrik, TV. Anak-anak ini pembelajarannya sangat manual yaitu menggunakan radio komunitas, hingga kunjungan guru ke rumah-rumah siswa secara berkala. “Inilah saatnya guru melakukan inovasi pembelajaran sesuai dengan kondisi daerahnya, “ Ucap Hamid.Hamid menyampaikan, guru dan sekolah dapat memilih materi esensial yang perlu dilakukan anak-anak di rumah. Misalnya, dengan memberikan anak-anak pendidikan kecakapan hidup sesuai kondisi rumah masing-masing. “Terutama tentang pengertian Covid-19, bagaimana karakteristiknya, serta bagaimana cara menghindarinya agar tidak terjangkit,” ujar Hamid Muhammad saat menguraikan muatan pembelajaran yang harus diberikan di tengah situasi pandemi.Mengetahui masih terdapat daerah yang minim infrastruktur teknologi, jaringan internet dan listrik, ia berpesan bahwa proses pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing anak ditiap daerah. Oleh karena itu, guru dan orang tua perlu rajin berkoordinasi dan jeli dalam mengadaptasi metode pembelajarannya. “Jangan disamaratakan untuk semua anak,” kata Hamid. (Denty A./Aline). Sumber : Kemendikbud, Jakarta 2020.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar